Sabtu, 26 Desember 2009

aku seorang fasilitator

Aku Seorang Calon Fasilitator


Ijinkan aku menyapa setiap hati kita
dengan penuh cinta dan maaf
ijinkan aku berbicara denan sinar mataku
yang penuh lemah dan dosa
ijinkan aku meyampaikan makna natal
dengan mulutku yang kadang menyakitkan hatimu

aku calon Fasilitator yang sedang bergulum dengan modul-modul
modul A modul B modul C aku tekuni dengan kehadiran yang kupejuangkan
Aku menemukan betapa berdosa dan bodohnya diriku
dan betapa agung dan bijaksanya sang guru mulia
kini akupun berdiri disini mau menyampaikan betapa berdosa dan bodohnya diriku
tetapi aku harus berani berdiri karna kalu tidak
kelemahan dan dosa akan menggerogoti kekudusan jiwaku

aku calon fasilitator,
Aku ibarat lilin yang menyala aku harus rela berkorban
aku ibarat sinar mentari aku harus memberikan terang dalam kegelapan
aku ibarat embun pagi aku harus memberikan kesejukan
aku ibarat udara aku harus bijak sana menembus dinding-dinding kesukaran
untuk mewartaan pembebasan kepada setiap hati yang membutuhkannya
karna itu, aku harus senantiasa menimba kekuatan dengan
berdoa, membaca injil dan ekaristi harian

demikian aku seorang calon fasilitator
semoga kelak aku jadi fasilitator yang baik dan murah hati
seorang fasilitator yang selalu sabar dan tabah
fasilitator yang lemah lembut dan mampu mendengar
fasilitator selalu mengambil waktu untuk mempelajari kedalam cinta Sang Guru

selamat natal buat kita semua
semoga suka cita natal memberikan semangat yang tidak
akan pernah padam untuk mewartakan kelimpahan cinta sang guru
kepada setiap hati di komunitas basis
kita masing-masing

-------------------------------------------------------------------------------------
untuk menyempurnakan pewartaan cinta, pembebasan ekonomi umat
jangan biarkan aku sendiri mensosialisasikan Credit Union kepada umat
maka mari memahaminya sejalan menjadi anggota Credit Union
kita lengkapi pewartaan kita dengan membawa Credit Union
kemana kita pergi
kita pasti bisa membantu sesama kita yang miskin


Natal bersama keluarga calon fasilitator dan fasilitator
Pastoran Clasik 28 Desember 2009

Tidak ada komentar:

“Ketika Getaran Hati Seorang Ayah Mengubah Takdir Keluarganya”

Bayangkan sebuah rumah. Dindingnya kokoh. Atapnya kuat. Perabotannya lengkap. Namun ada sesuatu yang tak terlihat… Sesuatu yang lebih kuat d...